Kabarbanuakita.com, Muara Teweh –
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, membuka secara resmi kegiatan Konsultasi Publik Rencana Induk Program Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT. Bharinto Ekatama (PT BEK).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis PMD Provinsi Kalimantan Tengah, perwakilan Pimpinan PT. BEK, Kepala Baperinda, Plt. Asisten II Setda, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemkab Barito Utara dan tim penyusun RIPPM PT. Bharinto Ekatama.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan menegaskan bahwa sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah potensial tambang. Namun, ia mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus tetap berpihak kepada rakyat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran industri pertambangan harus membawa dampak positif yang secara langsung dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan konsultasi publik seperti ini penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perusahaan,” Kata Felix Sonadie Y. Tingan, dilansir dari akun Facebook Humas Pemkab Barito Utara, Kamis (16/10/2025).
Wakil Bupati juga menambahkan bahwa kegiatan konsultasi publik sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Barito Utara yang maju, tumbuh pesat, sejahtera, dan berkeadilan. Melalui forum ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan masukan dan saran konstruktif demi penyusunan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.
“Keberhasilan program pemberdayaan tidak dapat dicapai secara sepihak. Sinergi dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama,” tutup Felix.
Sementara itu, perwakilan PT. Bharinto Ekatama, Iman Mandiri, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan yang terjalin antara perusahaan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.
“PT BEK berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor, mulai dari UMKM, peningkatan SDM, hingga bidang lainnya,” ujarnya.
Iman Mandiri menambahkan, hasil konsultasi publik ini akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut internal perusahaan sebelum disampaikan kembali kepada pemerintah daerah sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Barito Utara.
Forum konsultasi publik ini diharapkan dapat menghasilkan acuan strategis dan roadmap pemberdayaan masyarakat yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan, bukan sekadar dokumen administratif, tetapi langkah nyata menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitar operasi PT. BEK
(Hertosi/Kabar Banua Kita)


Tinggalkan Balasan