Kabarbanuakitacom , Murung Raya – Persis setahun berlalu sejak api menghanguskan kediamannya, Untung Aslianur kini hanya bisa menatap puing-puing sisa kebakaran dengan penuh ketidakpastian. Hingga hari ini, janji pembangunan kembali rumahnya yang diduga dipicu oleh aktivitas pihak pelabuhan pada Februari 2025 lalu, masih menjadi teka-teki yang belum terjawab.
Untung mengungkapkan rasa kecewanya karena hingga detik ini, belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik maupun komunikasi lanjutan dari pihak bertanggung jawab. Menurutnya, selama ini proses negosiasi sepenuhnya ditangani oleh sang abang.

“Kata abang saya, pihak pelabuhan sudah berjanji akan membangunkan kembali rumah kami. Tapi sampai sekarang, satu paku pun belum tertancap. Tidak ada tanda-tanda sama sekali,” ujar Untung kepada Kabarbanuakitacom , Selasa (17/02/2026) dengan nada getir.

Kesepakatan yang “Gelap”
Ketidakpastian ini diperparah dengan posisi Untung yang tidak terlibat langsung dalam proses mediasi awal. Ia mengaku tidak mengetahui secara mendetail bagaimana butir-butir kesepakatan tertulis maupun lisan yang dibuat antara abangnya dengan pihak manajemen pelabuhan sesaat setelah insiden tahun lalu.

Mengingat kembali peristiwa setahun silam, keluarga Untung menuntut tanggung jawab penuh karena kebakaran tersebut diduga sebagai dampak langsung dari operasional di area pelabuhan. Namun, koordinasi yang hanya melalui satu pintu (sang abang) membuatnya kini merasa berada di posisi sulit.

Menanti Itikad Baik
Untung berharap pihak pelabuhan tidak menutup mata atas penderitaan yang dialami keluarganya selama setahun terakhir. Ia pun berencana akan menanyakan kembali detail komitmen tersebut kepada abangnya guna memastikan apakah ada kendala dalam proses birokrasi atau memang ada pengabaian dari pihak pelabuhan.
“Kami hanya ingin hak kami kembali. Setahun itu waktu yang sangat lama untuk menunggu sebuah janji rumah tinggal,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pelabuhan belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan realisasi komitmen pembangunan kembali rumah warga yang terdampak tersebut.

(Hertosi/Kabar Banua Kita)