Kabarbanuakita.com, Jakarta – PJ Bupati Barito Utara, Drs Muhlis didampingi sejumlah pejabat Pemkab Barut diantaranya, PJ Sekretaris Daerah Drs Jufriansyah, Ketua Komisi lll DPRD Kabupaten Barito Utara H Tajeri, Kepala Dinas PUPR M Iman Topik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Inriaty Karawaheni, Kepala Dinas Kominfosandi HM Ihksan, serta Kabag Pemerintahan dan Kabag Hukum.
Menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Kecamatan Montallat dan Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat Prambanan, Gedung Ditjen Tata Ruang Jakarta, Senin (05/5/ 2025).
Dalam paparannya, PJ Bupati Barito Utara, Drs Muhlis menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian Kementerian ATR/BPN melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang terhadap rencana penataan kawasan di Kecamatan Teweh Timur dan Montallat, Kabupaten Barito Utara.
Dirinya menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam menyukseskan penyusunan dan pelaksanaan RDTR tersebut.
“Atas nama Pemkab Barut dan juga masyarakat kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN atas perhatian dan dukungannya. Kami lanjut Muklis, siap untuk berkolaborasi bersama jajaran perangkat daerah dan unsur legislatif dalam merealisasikan RDTR yang berkualitas dan berkelanjutan,” Ucap Muhlis.
“Rakor Lintas Sektor ini merupakan bagian penting dalam proses legalisasi RDTR yang menjadi dasar perencanaan tata ruang wilayah serta acuan dalam penerbitan perizinan berusaha di daerah, ” Tutup PJ Bupati Barito Utara.
Sementara Perwakilan Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, yang diwakili oleh Pejabat Fungsional Penata Ruang Ahli Utama, Dr Ir Abdul Kamarzuki, MPM menyampaikan bahwa seluruh masukan dari tim teknis perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Hal ini penting guna memastikan implementasi RDTR yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Harapan kami, kawasan yang dirancang melalui RDTR ini dapat menjadi wilayah permukiman yang berkelanjutan dan layak huni bagi generasi masa depan, Ujar Abdul Kamarzuki dalam pertemuan itu.
(Hertosi/Kabar Banua Kita)



Tinggalkan Balasan