Kabarbanuakita.com, Muara Teweh – Salah satu dari warga desa Muara Pari meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara, melalui Inspektorat Kabupaten Barito Utara untuk mengaudit secara transparan terutama kepada Kades Muara Pari beserta seluruh staf desanya.
Hal itu ia sampaikan karena pembangunan di Desa Muara Pari bayak yang mangkrak (Belum selesai).
Seperti bangunan Balai Pertemuan Desa. Gedung Balai Desa itu direhabilitasi total oleh Pemerintah Desa beberapa tahun lalu sekarang bangunan itu tidak dapat dipergunakan.

Kemudian Jembatan penyeberangan di Jalan Meranti RT 03. Jembatan tersebut sebelumnya telah beberapa kali direhab oleh Pemerintah Desa, kemudian dibongkar untuk dibangun kembali, yang sangat disayangkan hingga sampai hari ini belum juga selesai dibangun oleh Pemerintah Desa Muara Pari.
Yang sangat disayangkan kades malah beli mobil dinas baru ketimbang menyelesaikan pembangunan desa.
“Baru-baru ini pemerintah desa kembali membeli satu unit mobil Toyota Hilux warna hitam, mobil dinas Kades itu setara dengan kepala dinas di kabupaten Barito Utara,” ujar warga Desa Pari yang meminta nama nya dirahasiakan, Senin (09/3/2026).

Kemudian lanjutnya. Pemerintah desa justru terlihat lebih fokus pada pengadaan kendaraan operasional. Pemerintah desa telah membeli sekitar delapan unit sepeda motor yang digunakan oleh aparat desa.
Selama beberapa tahun terakhir laporan penggunaan Dana Desa tidak lagi dipublikasikan melalui baliho seperti biasanya. Mereka juga menilai kinerja sebagian aparat desa kurang maksimal karena jarang berada di kantor.
Catatan : Media ini sudah melakukan upaya konfirmasi berita
(Hertosi/Kabar Banua Kita)



Tinggalkan Balasan