Kabarbanuakita.com, Muara Teweh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Barito Utara (Barut). H. Al Hadi, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dan PLN.

H. Al Hadi menyatakan bahwa akses listrik merupakan aspirasi paling utama yang kerap disuarakan oleh warga saat legislator melakukan Reses ke wilayah desa di Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Barut). Pemancangan tiang perdana ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kebutuhan infrastruktur di pelosok, Ujar Al Hadi.

Ini tentunya kabar gembira yang sudah lama dinanti warga desa Benangen dan desa Sampirang. Bagi kami, hadirnya listrik masuk desa bukan sekadar urusan penerangan, ini kemerdekaan bagi warga agar setara dengan masyarakat di perkotaan.

“Listrik akan menjadi motor penggerak sektor pendidikan dan kesehatan. Ketersediaan energi akan memicu munculnya UMKM baru di desa, sehingga ekonomi kerakyatan akan tumbuh,” Ujar Legislator PKB itu.

Lanjut ia, Anak-anak sekolah sekarang bisa belajar dengan maksimal di malam hari, dan para pelaku usaha kecil di desa bisa menggunakan peralatan elektronik untuk produktivitasnya. Inilah esensi dari pembangunan yang merata, ungkapnya

H. Al Hadi juga mengamini pesan Bupati dan pihak PLN UP2K Kalimantan Tengah mengenai pentingnya menjaga aset infrastruktur tersebut. Ia menghimbau warga desa agar proaktif membantu petugas di lapangan, misalnya dengan merelakan dahan pohon yang menghalangi kabel jaringan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk merawat fasilitas ini. Listrik ini adalah aset negara yang manfaatnya untuk kita semua. Jangan sampai ada kendala teknis akibat kurangnya kepedulian kita dalam menjaga jalur jaringan kabel listrik tersebut, tukasnya.

Pemancangan tiang listrik oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, di empat desa sekaligus, dilaksanakan pada, Rabu (14/01/2026).

Adapun empat desa yang menjadi sasaran proyek strategis ini adalah Desa Benangen 1, Benangen 2, Benangen 3, serta Desa Sampirang 2.

(Hertosi/Kabar Banua Kita)