Kabarbanuakita.com, Muara Teweh -Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan Kalteng IV, Sirajul Rahman, S.Hut., M.I.Kom, melaksanakan reses perorangan di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan itu berlangsung di Sekretariat PKS, Jalan Pesona Taman Rekreasi Muara Teweh, pukul 09.00-11.00 WIB, dengan mengangkat tema kewirausahaan berbasis kerakyatan.

Selain menjadi agenda penyerapan aspirasi, pertemuan tersebut juga dirangkai dengan halal bihalal bersama kalangan pemuda dan masyarakat. Dalam pengantarnya, Sirajul Rahman menegaskan bahwa forum reses bukan sekadar kegiatan formal, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi setelah Idulfitri.

Ia membuka pertemuan dengan ucapan, “Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim,” sambil mengajak seluruh peserta untuk saling memaafkan dan terus menjaga kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, suasana kebersamaan seperti itu penting untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan warga.

Dalam pemaparannya, Sirajul lebih jauh menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya memerlukan perhatian serius. Ia menyebut penguatan ekonomi kerakyatan menjadi hal mendesak, terutama di tengah melemahnya daya beli warga yang ikut dipengaruhi dampak efisiensi anggaran pemerintah. “Oleh karena itu bagaimana kita menguatkan ekonomi masyarakat ini agar daya beli masyarakat itu tidak rendah,” kata Sirajul dalam penyampaiannya.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap ekonomi masyarakat tidak hanya dipicu persoalan di tingkat daerah, tetapi juga berkaitan dengan dinamika internasional. Sirajul menyinggung perkembangan politik global, termasuk konflik antara Amerika, Iran, dan Israel, yang menurutnya secara tidak langsung turut berdampak pada kondisi perekonomian sampai ke daerah.

Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah kenaikan harga plastik yang sempat dikeluhkan warga, khususnya ibu rumah tangga. Kenaikan tersebut, menurut dia, diduga berkaitan dengan bahan baku plastik yang berhubungan dengan minyak mentah. Di sisi lain, naiknya sejumlah bahan pokok juga dinilai semakin menambah tekanan terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Sirajul, apabila tekanan ekonomi itu terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga bisa memengaruhi stabilitas sosial masyarakat. Karena itu, persoalan seperti pencurian dan masalah sosial lainnya, kata dia, juga perlu dipandang sebagai bagian dari efek tekanan ekonomi yang harus dicari solusinya secara bersama-sama.

Dalam forum itu, ia juga menyinggung kecenderungan sebagian warga yang beralih bekerja di sektor pertambangan rakyat. Persoalan tersebut, lanjutnya, turut menjadi pembahasan saat dirinya menyerap aspirasi di sejumlah daerah lain, termasuk di Barito Selatan. Meski dinilai mampu memberi penghasilan cepat, ia menilai sektor itu belum tentu bisa menjadi sandaran ekonomi jangka panjang. “Kenyataannya kan sekarang masyarakat banyak beralih pekerjaannya ke pertambangan rakyat. Tentu ini sifatnya hanya sementara dan untuk jangka panjang tidak dapat menjamin peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar, Sirajul mendorong penguatan sektor-sektor yang dinilainya lebih berkelanjutan, seperti pertanian, peternakan, dan perkebunan. Menurut dia, bidang-bidang tersebut sangat erat kaitannya dengan ketahanan pangan yang saat ini juga menjadi prioritas pemerintah. “Kita ingin di bidang pertanian, peternakan, perkebunan ini termasuk ketahanan pangan yang juga diprioritaskan oleh pemerintah, agar masyarakat bisa beralih ke ketahanan pangan ini dan mereka kehidupannya bisa berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” tutur Sirajul.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, termasuk melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Bagi dia, UMKM merupakan salah satu penopang utama ekonomi warga yang perlu terus dibina dan diperkuat. Sirajul memastikan berbagai usulan yang muncul dalam reses itu akan dibawa untuk diperjuangkan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. “Nanti apa yang kita bahas hari ini, usulan dari masyarakat, akan kami perjuangkan di provinsi,” tegasnya.

Tak hanya membahas kewirausahaan berbasis kerakyatan, Sirajul juga membuka ruang bagi warga yang hadir untuk menyampaikan persoalan lain di luar tema utama. Ia mempersilakan masyarakat mengusulkan kebutuhan yang berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, hingga persoalan sosial. Menurutnya, reses perorangan harus benar-benar menjadi wadah untuk menampung kebutuhan riil masyarakat.

Dari berbagai masukan yang diterima, persoalan jalan dan jembatan disebut masih menjadi perhatian utama warga. Sirajul menilai infrastruktur yang memadai sangat penting untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses yang baik, mobilitas warga akan lebih lancar, distribusi hasil usaha menjadi lebih mudah, dan pergerakan ekonomi juga dapat berkembang lebih optimal.

Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah memberi perhatian lebih besar terhadap pengembangan UMKM serta penciptaan lapangan kerja. Menurut Sirajul, yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan sesaat, melainkan program yang dapat mendorong kemandirian ekonomi warga dalam jangka panjang. “Ibaratnya kita memberikan kail dan umpan, bukan hanya memberikan bantuan yang sifatnya sesaat, tapi bagaimana agar masyarakat ini bisa diberdayakan dan berdaya,” ungkapnya.

Di bagian akhir kegiatan, Sirajul kembali menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di tingkat provinsi. Ia mengatakan, usulan tersebut nantinya akan dibawa ke rapat paripurna dan dibahas lebih lanjut bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga berharap masyarakat dapat melengkapi usulan mereka dengan proposal agar memiliki dasar yang lebih kuat saat diperjuangkan. “Segala usulan akan kita perjuangkan di provinsi, nanti akan kita sampaikan di rapat paripurna, dan kita berharap juga ada permohonan dan usulan berupa proposalnya sehingga itu dijadikan dasar bagi kami untuk sama-sama membahasnya nanti di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” katanya.

Melalui reses bertema kewirausahaan berbasis kerakyatan tersebut, Sirajul Rahman menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi warga mendapat ruang untuk diperjuangkan. Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, ia berharap reses benar-benar menghasilkan langkah nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di Barito Utara dan wilayah Dapil Kalteng IV.

(Indra Tamara/Kabar Banua Kita)