Kabarbanuakita.com, Muara Teweh – Meningkatnya aktivitas transaksi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian serius kalangan legislatif di Kabupaten Barito Utara.

Anggota DPRD dari Fraksi PKB, H. Parmana Setiawan, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi peredaran uang palsu.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi dan video viral di media sosial terkait dugaan peredaran uang palsu di wilayah Muara Teweh dan sekitarnya.

Menurut Parmana, masyarakat perlu meningkatkan kehati-hatian saat melakukan transaksi tunai, terutama karena teknik pemalsuan uang kini semakin canggih dan sulit dibedakan secara kasat mata.

“Menjelang hari besar keagamaan, aktivitas jual beli meningkat. Karena itu masyarakat harus lebih teliti agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).

Ia mengingatkan pentingnya menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam memastikan keaslian uang rupiah. Masyarakat diminta memperhatikan warna uang, tekstur kasar pada bagian tertentu, hingga keberadaan benang pengaman.

Selain itu, Parmana juga menjelaskan bahwa uang asli memiliki tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan nasional serta fitur rectoverso yang akan terlihat menyatu saat diterawang ke arah cahaya.

Tak hanya itu, ia turut mengingatkan adanya modus uang mutilasi, yakni uang asli yang disambungkan dengan bagian uang palsu untuk mengelabui masyarakat.

“Modus ini sering dimanfaatkan pelaku karena tidak semua orang teliti saat menerima uang, terutama dalam kondisi ramai,” jelasnya.

Untuk meminimalisir risiko, masyarakat disarankan melakukan transaksi di tempat resmi seperti layanan perbankan atau kas keliling Bank Indonesia, serta memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS atau transfer bank.

Parmana juga menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan membelanjakan kembali uang yang diduga palsu, karena dapat berimplikasi hukum.

“Jika menemukan uang mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib seperti Polsek, Polres, atau melalui Call Center Polri 110,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat dapat saling mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban, terutama di bulan Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi.