Kabarbanuakita.com, Muara Teweh – Diduga sebuah gudang yang berada di Jalan Negara kilometer 7 kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara (Barut), menjadi perhatian masyarakat.

Perhatian masyarakat terhadap gudang di lingkungan tersebut diduga tempat transaksi BBM Subsidi jenis Pertalite dan BBM non Subsidi Pertamax.

Pasalnya, gudang tersebut diduga tempat menampung bahan bakar minyak (BBM) dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) 64.738.01 PT Bintang Bunga Sama JL. Negara KM 07 Muara Teweh – Kandui.

Modus dengan menggunakan sepeda motor pelangsir dari SPBU dan disalin ke dalam Dirigen setelah terkumpul lalu di jual ke pengencer hingga ke kios kios.

“Hasil dari pelangsir dikumpulkan dan dijual kepada pengumpul dan disalurkan ke kios kios dengan harga yang cukup tinggi,” ungkap seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu (09/05/2026).

“Kita pas mau mengisi BBM ke SPBU sudah habis pak. Biasanya saya beli di SPBU harga Rp 10 ribu saja. Ini mau tidak mau suka tidak suka saya beli harga Rp 15 ribu 1 liternya, kalau beli di SPBU Rp 15 ribu dapat 1,5 liter,” Ujarnya.

Dirinya juga berharap agar pihak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bisa turun langsung ke SPBU 64.738.01 PT Bintang Bunga Sama JL. Negara KM 07 Muara Teweh – Kandui dan Gudang yang diduga tempat transaksi BBM Subsidi itu, harapnya.

Sementara itu, pihak dari SPBU 64.738.01 PT Bintang Bunga Sama JL. Negara KM 07 Muara Teweh – Kandui. Saat dikonfirmasi media ini mengakui tidak mengetahui milik siapa gudang tersebut.

“Saya tidak mengetahui siapa pemilik nya karena saya tidak pernah keluar dari lingkungan SPBU dan stanby di dalam Kantor,” Ujar Putri yang merupakan kasir SPBU.

Ketika disinggung dimana pengawasnya.

“Pengawasnya belum datang pak,” Ujarnya singkat.

(Hertosi/Kabar Banua Kita)