Kabarbanuakita.com, Muara Teweh – Pelatihan menjahit bagi 10 orang penyandang disabilitas yang diselenggarakan oleh perusaan tambang Batubara PT. SMM hingga kini masih belum terselengarakan.

“Kami sudah lama hampir 5 bulan sudah menunggu kepastian untuk pelatihan menjahit yang diselenggarakan oleh PT. SMM, yang katanya progam CSR,” ujar salah satu dari 10 orang yang mengikuti pelatihan menjahit , Senin, (14/10/2026).

Kemudian lanjut dia.

“Pada bulan April lalu kami 10 orang dari penyadang disabilitas digeler pertemuan dengan pihak perusahaan PT SMM di Kelurahan Jingah, sebagai persyaratan utama. Kami dimintai dokomuen data pribadi seperti KTP dan Pas Photo 3×4. Sebagai salah satu persyaratannya,” Ujar Ati sambil wanti wanti data pribadinya disalahgunakan.

Waktu itu kami di iming-iming biaya untuk pelatihan Rp. 120.000 per hari selama 20 hari, serta kami di iming iming disediakan transportasi bis untuk menjemput kami yang mengikuti pelatihan menjahit, terangnya.

“Saya berharap agar pihak PT SMM memberikan kejelasan, sampai saat ini masih belum ada informasi kelanjutan pelatihan menjahit untuk kami Penyandang Disabilitas,”pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Pihak PT SMM melalui saluran Whatapp sampai berita ini ditayangkan masih belum memberikan tanggapan

(Hertosi/Kabar Banua Kita)